Laman

Rabu, 15 Februari 2012

Sistem Pendukung Keputusan (SPK)


Terdapat beberapa ahli yangtelah mendefinisikan sistem pendukung keputusan sesuai dengan interpretasinyamasing-masing, diantanranya yaitu definisi dari Little, Alter, Moore dan Chang,Bonczek dan kawan-kawan, dan dari keen. Little (1970) mendifinisikan sistempendukung keputusan sebagai sekumpulan prosedur berbasis model untuk datapemrosesan dan penilaian guna membantu para manajer mengambil keputusan. Diamenyatakan bahwa untuk sukses, sistem tersebut haruslah sederhana, cepat, mudahdikontrol, adaptif, lengkap dengan isu-isu penting, dan mudah berkomunikasi. Alter(1980) mendefinisikan sistem pendukung keputusan dengan membandingkannya dengansistem EDP (Elektronic Data Processing)tradisional pada lima dimensi, seperti ditunjukkan pada Tabel 1.
Tabel 1 Perbandingan SPK dengan sistemEDP tradisional
Dimensi
SPK
EDP
Penggunaan
Aktif
Pasif
Pengguna
Lini manajemen dan staf
Klerikal (operator/pegawai)
Tujuan
Keefektifan
Efisiensi mekanis
Horison Waktu
Masa sekarang dan akan datang
Masa lalu
Tujuan
Fleksibilitas
Konsistensi

Moore dan Change (1980) berpendapatbahwa sebuah masalah dapat dijelaskan sebagai masalah terstruktur dan tidakterstruktur hanya dengan memperhatikan si pengambil keputusan atau suatusituasi spesifik (yakni keputusan terstruktur adalah terstruktur karena kitamemilih untuk memperlakukannya dengan cara seperti itu). Jadi merekamendefinisikan sistem pendukung keputusan sebagai sistem yang dapat diperluasuntuk mampu mendukung analisis data adhoc dan pemodelan keputusan, berorientasi terhadap perencanaan masa depan,dan digunakan pada interval yang tidak reguler dan tak terencana.
Bonczek, dkk., (1980)mendifinisikan sistem pendukung keputusan sebagai sistem berbasis komputer yangterdiri dai tiga komponen yang saling berinteraksi, yaitu sistem bahasa (mekanismeuntuk memberikan komunikasi antara pengguna dan komponen sistem pendukungkeputusan lain), sistem pengetahuan (repositori pengetahuan domain masalah yangada pada sistem pendukung keputusan sebagai data atau prosedur), dan sistempemrosesan masalah (hubungan antara dua komponen lainnya, terdiri dari satuatau lebih kapabilitas manipulasi masalah umum yang diperlukan untukpengambilan keputusan). Konsep-konsep yang diberikan oleh definisi tersebutsangat penting untuk memahami hubungan antara sistem pendukung keputusan danpengetahuan.
Keen (1980) menerapkan istilahsistem pendukung keputusan untuk situasi dimana sistem final dapat dikembangkanhanya melalui suatu proses pembelajaran dan evolusi yang adaptif. Jadi, iamendifinisikan sistem pendukung keputusan sebagai suatu produk dari prosespengembangan dimana pengguna sistem pendukung keputusan, dan sistem pendukungkeputusan itu sendiri mampu mempengaruhi satu dengan yang lainnya, danmenghasilkan evolusi sistem dan pola-pola penggunaan.
Definisi-definisi tersebutdiperbandingkan dan dikontraskan dengan memeriksa berbagai konsep yangdigunakan untuk mendefinisikan sistem pendukung keputusan (Tabel 2). Tampaknyabasis untuk mendifinisikan sistem pendukung keputusan dikembangkan daripersepsi tentang apa yang dilakukan oleh sistem pendukung keputusan (misaldukungan pengambilan keputusan pada masalah tak terstruktur) dan dari ide-idemengenai bagaimana tujuan sistem pendukung keputusan dapat dicapai.
 Tabel 2 Perbandingan beberapa definisiSPK dari beberapa ahli
Sumber
DSS yang didefinisikan
Little (1970)
Fungsi sistem, karakteristik antarmuka
Alter (1980)
Pola penggunaan, tujuan sistem
Moore dan Chang (1980)
Pola penggunaan, kapabilitas sistem
Bonczek, dkk. (1989)
Komponen-komponen sistem
Keen (1980)
Proses pengembangan

Sayangnya, definisi formaltentang sistem pendukung keputusan tidak memberikan fokus yang konsisten karenamasing-masing definisi berusaha mempersempit populasi secara berbeda-beda.Lebih lanjut, definisi tersebut secara bersama-sama mengabaikan tujuan sentralsistem pendukung keputusan, yakni untuk mendukung dan meningkatkan pengambilankeputusan.
Karakteristik dan Kapabilitas Sistem PendukungKeputusan
Karakteristik dan kapabilitaskunci dari sistem pendukung keputusan menurut turban adalah sebagai berikut:
1.      Dukungan untuk pengambil keputusan,terutama pada situasi semi terstruktur dan tak terstruktur; dengan menyertakanpenilaian manusia dan informasi terkomputerisasi. Masalah-masalah tersebuttidak dapat dipecahkan oleh sistem komputer lain atau oleh metode atau alatkuantitatif standard.
2.      Dukungan untuk semua level manajerial,dari eksekutif puncak sampai manajer lini.
3.      Dukungan untuk individu dan kelompok.Masalah yang kurang terstruktur sering memerlukan keterlibatan individu daridepartemen dan tingkat organisasional yang berbeda atau bahkan dari organisasilain. Sistem pendukung keputusan mendukung tim virtual melalui alat-alat web kolaboratif.
4.      Dukungan untuk semua keputusan independendan atau sekuensial. Keputusan dapat dibuat satu kali, beberapa kali, atauberulang (dalam interval yang sama).
5.      Dukungan di semua fase proses pengambilankeputusan: inteligensi, desain, pilihan, dan implementasi.
6.      Dukungan pada berbagai proses dan gaya pengambilan keputusan.
7.      Adaptifitas sepanjang waktu. Pengambilkeputusan seharusnya reaktif, dapat menghadapi perubahan kondisi secara cepat,dan dapat mengadaptasi sistem pendukung keputusan untuk memenuhi perubahantersebut. Sistem pendukung keputusan bersifat fleksibel dan karena itu penggunadapat menambahkan, menghapus, menggabungkan, mengubah, atau menyusun kembalielemen-elemen dasar. Sistem pendukung keputusan juga fleksibel dalam hal dapatdimodifikasi untuk memecahkan masalah lain yang sejenis.
8.      Pengguna merasa seperti dirumah. Ramahpengguna, kapabilitas grafis yang sangat kuat, dan antarmuka manusia mesininteraktif dengan satu bahasa alami dapat sangat meningkatkan keefektifansistem pendukung keputusan. Kebanyakkan aplikasi sistem pendukung keputusanyang baru menggunakan antarmuka berbasis web.
9.      Peningkatan terhadap keefektifanpengambilan keputusan (akurasi,timelines, kualitas) dari pada efisiensi (biaya pengambil keputusan).Ketika sistem pendukung keputusan disebarkan, pengambil keputusan seringmembutuhkan waktu lebih lama, namun keputusannya lebih baik.
10.  Pengambil keputusan mengontrol penuh terhadap  semua langkah proses pengambilan keputusandalam memecahkan suatu masalah. Sistem pendukung keputusan secara khususmenekankan untuk mendukung pengambil keputusan, bukannya menggantikan.
11.  Pengguna akhir dapat mengembangkan danmemodifikasi sistem sederhana. Sistem yang lebih besar dapat dibangun denganbantuan ahli sistem informasi. Perangkat lunak OLAP dalam kaitannya dengan datawarehouse membolehkan pengguna untuk membangun sistem pendukung keputusan yangcukup besar dan kompleks.
12.  Menggunakan model-model dalampenganalisisan situasi pengambilan keputusan. Kapabilitas pemodelanmemungkinkan eksperimen dengan berbagai strategi yang berbeda dibawahkonfigurasi yang berbeda. Sebenarnya, model-model membuat suatu sistempendukung keputusan berbeda dari kebanyakkan MIS.
13.  Disediakannya akses untuk berbagai sumberdata, format, dan tipe, mulai dari sistem informasi geografi (GIS) sampaisistem berorientasi objek.
14.  Dapat digunakan sebagai alat standalone yang digunakan oleh seorangpengambil keputusan pada satu lokasi atau didistribusikan di satu organisasikeseluruhan dan di beberapa organisasi sepanjang rantai persediaan.
Karakteristik dan kapabilitas kunci dari sistem pendukung keputusantersebut membolehkan para pengambil keputusan untuk membuat keputusan yanglebih baik dan lebih konsisten pada satu cara yang dibatasi waktu. Kemampuantersebut disediakan oleh berbagai komponen utama sistem pendukung keputusan.

Tidak ada komentar: